Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Rencana Pemeliharaan 200 Kilometer Jalan Tertunda, Pemko Medan Hanya Perbaiki 20 Kilometer



Pilaremasnews - Protes dari warga Kota Medan yang menuntut perbaikan jalan rusak di lingkungannya mulai bermunculan.

Pemko Medan beralasan banyak kegiatan pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur tertunda lantaran hampir separuh anggaran dialokasikan untuk penanganan Covid-19.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Medan Zulfansyah Ali Saputra, mengatakan, seharusnya pada tahun 2020 direncanakan pemeliharan jalan sepanjang 200 Km.

"Tapi disebabkan wabah Covid-19, maka rencana tersebut jadi tertunda," ungkap Zulfansyah, Minggu (13/9/2020).

Penundaan ini tentu membuat kondisi jalan semakin rusak. Contohnya, saja Jalan Tuasan yang memiliki banyak lubang yang akan menimbulkan genangan usai hujan.

Untungnya sebagian jalan yang rusak di Medan dapat segera diperbaiki. Zulfansyah menyampaikan bahwa pada Juli lalu, Menteri Keuangan memberikan kebijakan terkait Dana Alokasi Khusus (DAK) Cadangan sebesar Rp 21 miliar untuk pemeliharaan jalan.

Ia menuturkan bahwa dari dana itu, Dinas Pekerjaan Umum akan melakukan pemeliharaan jalan sepanjang 20 Km.

"Awal Juli kemarin, tiba-tiba muncul Peraturan Menteri Keuangan tentang Dana Alokasi khusus (DAK) cadangan, dan Pemko Medan mendapat alokasi dari dana sebesar Rp 21 miliar.

Jadi dari anggaran yang turun tersebut, diperkirakan ada kegiatan pemeliharaan jalan berupa overlay(pelapisan tambahan) sekitar 20 Km yang akan dilaksanakan tahun ini," ujarnya.

Zulfansyah mengatakan, ada beberapa titik jalan yang menjadi prioritas Dinas Pekerjaan Umum

Ada beberapa ruas jalan yang akan dilaksanakan kegiatan overlay tahun ini. Antara lain Jalan Tuasan di Kecamatan Medan tembung, Jalan Bunga Mawar di Kecamatan Medan Selayang, Jalan Pasar 1 di Kecamatan Medan Selayang, Jalan Sutrisno, Jalan Palangkaraya, dan beberapa ruas jalan lain," ujarnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Medan Zulfansyah berharap warga mendukung perwatan jalan yang akan dilakukan dalam waktu dekat.

"Himbauan kami agar warga di sekitar hendaknya mendukung pembangunan ini, dan kami mohon maaf kiranya dalam proses pelaksanaan pembangunan nanti masyarakat sekitar mengalami gangguan," ucapnya.

Queen Samosir, warga yang bermukim di dekat Jalan Tuasan, merasa senang saat mengetahui daerahnya masuk dalam daftar pemeliharaan pada tahun ini.

Ia mengaku resah lantaran saat datang hujan, kawasan di sekitaran Jalan Tuasan akan turut terendam banjir.

"Bagus sekali jika akan segera diperbaiki. Ini Jalan Tuasan sudah rusak. Sudah lubangnya besar, terus juga kalau hujan pasti banjir. Sudah langganan disini. Semoga cepatlah diperbaiki," katanya. (Tbn-Mdn)

Post a Comment

0 Comments