Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Wisata Religi ke Makam Papan Tinggi Barus



Pilaremasnews.my.id - Libur akhir pekan biasanya jalan-jalan menuju lokasi wisata. Wisata religous bisa sebagai alternatif bagi Anda yang sudah bosan menikmati lokasi wisata alam. Makam Papan Tinggi Barus salah satu lokasi wisata religious yang menarik untuk dikunjungi.
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menetapkan Tapanuli Tengah sebagai salah satu destinasi wisata di Sumatera Utara dengan julukan “Negeri Wisata Sejuta Pesona” yang menyimpan potensi keindahan alam yang luar biasa.
Barus adalah salah satu kecamatan yang paling menarik di Tapanuli Tengah, yang terletak di Pantai Barat pulau Sumatera. Ibu kota kecamatan Barus adalah Padang Masiang.
Sejak abad ke-7, Barus sudah dikenal sebagai kota Dagang. Di masa itu komoditas yang sangat digandrungi adalah, buah pala, cengkeh, lada, kulit manis, merica, kemenyan, dan kayu bulat dan konon bahan-bahan untuk pembalseman (mumi) para raja Mesir zaman dahulu diimport dari Barus.


Pada abad 1-17 Masehi, selain sebagai pusat peradaban, Barus juga merupakan kota pelabuhan terbesar yang pernah ada di Nusantara. Waktu itu belum ada Bandar Malaka dan Samudera Pasai di Aceh.
Barus disebut juga dengan nama lain, yaitu ‘Fansur’. Yang dahulunya merupakan penghasil kapur barus yang terkenal ke mancanegara sehingga kota ini dinamai Barus.
Makan Papan Tinggi Barus terletak di desa Penanggahan, kecamatan Barus Utara, kabupaten Tapanuli Tengah.
Konon pemakaman ini dianggap paling tua, berada di sebuah bukit hijau terpencil, dengan latar belakang panorama kota barus dan Samudera Hindia di sisi barat.
Makam Papan Tinggi Barus ini berada pada ketinggian 200 meter di atas pemukaan laut. Merupakan tentangan tersendiri untuk bisa mencapai puncak makam tersebut.
Badan bukit menuju makam cukup terjal, memiliki kemiringan hingga 45 derajat. Dengan Jarak 225 meter, yang harus didaki melalui (lebih kurang) 700 anak tangga.


Penyebutan ‘Papan Tinggi’ pada makam ini, karena dahulu bukit ini merupakan daerah pengambilan kayu oleh masyarakat untuk dijadikan bilah-bilah papan.
Sejak hadirnya sebuah pemakaman, maka tempat ini dinamakan Makam Papan Tinggi. Dan dijadikan salah satu lokasi wisata religious.
Tokoh penyebar Islam pertama di Sumtera Utara yang dimakamkan di Makam Papan Tinggi ialah Syaikh Mahmud, berasal dari Hadral Maut (Yaman).
Beliau wafat diperkirakan antara tahun 34 H sampai 44 H. Syaikh Mahmud adalah putra dari Syaikh Abu Abdurrahman bin Muadz bin Jabal.
Syaikh Abu Abdurrahman bin Mu’adz bin Jabal adalah sahabat nabi yang termasuk salah satu golongan orang yang pertama kali berbai’at kepada Rasulullah untuk masuk Islam (as Sabiqun al Awwalun).
Mengenai tahun kedatangan Syaikh Mahmud ke Barus tidak ada yang mengetahuinya secara pasti.

Panjang Makam Sampai 7 Meter

Makam Papan Tinggi memiliki panjang 7 meter, dengan batu nisan putih setinggi 1,5 meter, berukir aksara Persia dan Arab kuno
Pada nisan Syaikh Mahmud terdapat tulisan “Fakullu Syai’un Halikun Illa Wajhullah” (dalam tulisan Arab) yang artinya, “Maka segala sesuatunya akan hancur kecuali Zat Allah Swt”.


Sementara 4 makam lainnya bersampingan dengan makam utama, yakni panjangnya sekitar 1,5 meter, nisannya terbuat dari batu yang ditegakkan tanpa ada tanda sama sekali.
Di atas bukit Makam Papan Tinggi tersebut, kita akan langsung menjumpai tapak pemakaman, dan ditambah dengan pemandangan yang indah, kita dapat melihat pemandangan kota Barus dari atas ketinggian.
Tempat ini ramai dikunjungi masayarakat pada akhir pekan atau liburan untuk berziarah, atau sekadar berkunjung menikmati keindahan pemandangan alam yang indah.
Biasanya para pengunjung wisata religious ini berasal dari berbagai daerah di Sumatera maupun luar pulau Sumatera seperti pulau Jawa.

Post a Comment

0 Comments